Ratu AI Logo

David Silver, Sang Pencipta AlphaGo, Raih Pendanaan $1,1 Miliar untuk Bangun AI yang Belajar Tanpa Data Manusia

4 Mei 2026Tim Redaksi Insight
David Silver, Sang Pencipta AlphaGo, Raih Pendanaan $1,1 Miliar untuk Bangun AI yang Belajar Tanpa Data Manusia

David Silver, ilmuwan komputer di balik AlphaGo -- AI pertama yang mengalahkan juara dunia Go -- baru saja mengumpulkan dana sebesar $1,1 miliar dalam putaran pendanaan seed untuk startup barunya, Ineffable Intelligence. Pendanaan ini menempatkan valuasi perusahaan di angka $5,1 miliar dan menjadikannya salah satu putaran seed terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Eropa.

Ineffable Intelligence lahir dengan ambisi yang jauh melampaui paradigma Large Language Model (LLM) yang mendominasi industri AI saat ini. Alih-alih mengandalkan pelatihan atas data yang dihasilkan manusia, perusahaan ini bertekad membangun sistem "superlearner" yang sepenuhnya didasarkan pada reinforcement learning -- pendekatan di mana AI belajar melalui试错 (trial and error), menemukan pengetahuan dari pengalamannya sendiri tanpa meniru pola manusia.

Visi ini bukan sekadar wacana. Silver telah membuktikan konsepnya sebelumnya melalui AlphaZero, sistem yang menguasai catur, shogi, dan Go tanpa strategi manusia sebagai input -- hanya belajar dari bermain melawan dirinya sendiri. Kini, ia bermaksud menskalakan pendekatan tersebut ke domain pengetahuan yang jauh lebih luas dan kompleks.

"Jika berhasil, ini akan mewakili terobosan sains yang magnitudonya setara dengan Darwin: di mana hukum Darwin menjelaskan seluruh kehidupan, hukum kami akan menjelaskan dan membangun seluruh kecerdasan," demikian pernyataan Silver sebagaimana dilansir dari laporan pendanaan perusahaan.

Putaran pendanaan "coconut round" ini dipimpin oleh Sequoia Capital dan Lightspeed Venture Partners, dengan partisipasi dari Nvidia, Google, DST Global, Index Ventures, British Business Bank, dan Sovereign AI -- dana ventura berdaulat pemerintah Inggris. Keterlibatan Nvidia dan Google mencerminkan minat strategis perusahaan teknologi besar terhadap gelombang infrastruktur AI generasi berikutnya.

Silver sendiri merupakan profesor di University College London dan selama lebih dari satu dekade memimpin tim reinforcement learning di Google DeepMind. Ia membawa serta jaringan luas mantan kolega DeepMind ke dalam tim eksekutif Ineffable Intelligence. Kehadiran startup ini juga mengukuhkan London sebagai pusat AI global, sejalan dengan laporan bahwa laboratorium AI Jeff Bezos, Project Prometheus, sedang mencari ruang kantor di dekat hub AI Google di London.

Ineffable Intelligence bukan satu-satunya pendiri DeepMind yang mendirikan lab independen dengan modal besar. Yann LeCun dari Meta mendirikan AMI Labs dengan pendanaan $1,03 miliar pada Maret 2026, sementara Tim Rocktäschel, juga alumni DeepMind, dilaporkan menghimpun dana antara $500 juta hingga $1 miliar melalui Recursive Superintelligence. Tren ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap AI global: peneliti bintang semakin memilih jalur independen dibandingkan tetap berada di bawah payung perusahaan teknologi raksasa.

Silver juga menyatakan kepada Wired bahwa keuntungan pribadi apapun yang ia peroleh dari venture ini akan disumbangkan kepada "amal berdampak tinggi yang menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa" -- sebuah komitmen filantropis yang menambah dimensi unik pada ambisi teknologinya.

Sudut Pandang Kami:

Kehadiran Ineffable Intelligence dengan pendekatan reinforcement learning yang tidak bergantung pada data manusia membawa implikasi strategis yang menarik bagi ekosistem AI Indonesia. Selama ini, debat publik tentang AI di Indonesia sering terjebak pada narasi ketergantungan terhadap teknologi asing dan dominasi data bahasa Inggris. Pendekatan Silver justru menawarkan alternatif: jika AI bisa belajar dari prinsip-prinsip fundamental alih-alih meniru data manusia, maka hambatan bahasa dan ketersediaan data lokal bisa menjadi kurang relevan. Indonesia perlu mulai mempertimbangkan bagaimana pendekatan RL-based AI ini bisa dimanfaatkan untuk memecahkan masalah spesifik -- dari optimasi logistik kepulauan hingga pengelolaan sumber daya alam -- tanpa harus menunggu ketersediaan dataset berbahasa Indonesia dalam skala besar. Ini bisa menjadi peluang lompatan strategis jika ditanggapi dengan persiapan infrastruktur dan SDM yang tepat.

Sumber Referensi:

1. TechCrunch: DeepMind's David Silver Raises $1.1B for Ineffable Intelligence

2. Pulse 2.0: Ineffable Intelligence: $1.1 Billion Seed Funding for Reinforcement Learning AI

3. EdTech Innovation Hub: UCL Professor David Silver Secures $1.1 Billion to Build AI That Learns From Experience