Kongres Amerika Serikat mengambil langkah paling signifikan dalam sejarah legislatif AI dengan dirilisnya discussion draft Great American Artificial Intelligence Act of 2026 pada 4 Juni 2026. Dipimpin oleh Rep. Jay Obernolte (R-California) dan Rep. Lori Trahan (D-Massachusetts) bersama empat co-sponsor bipartisan, dokumen setebal 269 halaman ini menandai upaya paling ambisius untuk membangun kerangka tata kelola AI tingkat federal — dan langsung memicu debat sengit antara pendukung inovasi dan pegiat perlindungan konsumen.
"Ancaman AI terhadap keamanan nasional, keselamatan publik, dan tenaga kerja kita sudah ada dan berkembang setiap hari. Kerangka bipartisan ini dirancang untuk menghadapi tantangan dari teknologi yang berkembang pesat ini tanpa menghambat inovasi Amerika," tegas Rep. Trahan dalam pernyataan resminya. Senada, Rep. Obernolte menekankan bahwa "Kongres harus mengambil pendekatan yang bijaksana dan bipartisan dalam meregulasi teknologi kritis ini."
Empat Pilar Utama: Keamanan, Ketenagakerjaan, Keamanan Siber, dan Riset
Draft ini dibangun di atas empat pilar fundamental. Pertama, tata kelola model AI frontier — pengembang dengan pendapatan tahunan di atas $500 juta wajib menerbitkan Frontier AI Frameworks yang menjelaskan apakah model mereka menimbulkan "risiko katastrofik," yaitu risiko kematian atau cedera pada lebih dari 50 orang, atau kerusakan properti melebihi $1 miliar. Pengembang juga harus melaporkan insiden keselamatan kritis dalam waktu 15 hari, atau 24 jam untuk risiko yang mengancam segera. Pelanggaran dapat dikenai denda hingga $1 juta per hari.
Kedua, draft mewajibkan pengembang frontier untuk mempertahankan Independent Verification Organization (IVO) yang berlisensi — auditor independen yang melakukan audit semi-tahunan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan, kecukupan mitigasi risiko, dan protokol keamanan siber. Hasil audit diserahkan ke Center for AI Standards and Innovation (CAISI). Ketiga, CAISI secara resmi dikodifikasi dalam undang-undang dengan pendanaan $100 juta per tahun untuk tahun fiskal 2027-2029, bertugas mengembangkan pedoman sukarela, standar keamanan, dan mekanisme pelaporan insiden AI.
Keempat, draft ini mengarahkan Departemen Tenaga Kerja untuk membentuk Artificial Intelligence Workforce Research Hub — pusat riset yang meneliti dampak AI terhadap tenaga kerja, termasuk data pemberitahuan PHK dan pengalaman pekerja. Biro Sensus juga diinstruksikan untuk memasukkan pertanyaan penggunaan AI dalam survei federal, menciptakan gambaran berbasis data tentang adopsi AI di seluruh ekonomi Amerika.
Preemptif Tiga Tahun: Bom Waktu Regulasi
Ketentuan paling kontroversial adalah preemptif tiga tahun atas hukum negara bagian yang "secara spesifik mengatur pengembangan" model AI. Ini akan membekukan undang-undang seperti California AB 2013 (transparansi data pelatihan), sebagian SB 942 California (watermarking konten), serta undang-undang keselamatan frontier di New York dan Illinois. Colorado AI Act — yang dijadwalkan berlaku 30 Juni 2026 — juga akan ditangguhkan. Namun, preemptif tidak mencakup hukum "aplikabilitas umum" atau regulasi setelah model di-deploy, dan jaksa agung negara bagian tetap memiliki otoritas penegakan atas standar yang diciptakan RUU ini.
Rep. Erin Houchin (R-Indiana), co-sponsor, membela ketentuan ini dengan argumen geopolitik: "Amerika harus memimpin dunia dalam kecerdasan buatan, bukan meregulasi diri kita sendiri hingga tertinggal dari China melalui tambal sulam lima puluh undang-undang negara bagian yang berbeda." Namun, kelompok keselamatan AI seperti Americans for Responsible Innovation mengecam keras. Brad Carson, mantan anggota Kongres yang kini memimpin ARI, menyatakan: "RUU ini mengambil lantai dasar saat ini pada legislasi AI negara bagian dan mengubahnya menjadi langit-langit federal, mencegah pembuat undang-undang negara bagian menangani bahaya AI yang muncul di era teknologi yang bergerak cepat."
Serikat pekerja — termasuk AFL-CIO, American Federation of Teachers, dan Association of Flight Attendants — memberikan penolakan langsung: "Tidak. RUU ini adalah hadiah untuk industri AI." Sementara itu, kelompok teknologi seperti ITI dan NetChoice memuji RUU ini. Gedung Putih sendiri belum memberikan komentar resmi, meskipun sebelumnya pada Desember 2025 sebuah perintah eksekutif Trump menargetkan Colorado AI Act dengan klaim akan "memaksa model AI menghasilkan hasil yang salah."
Keamanan Siber dan Dimensi Internasional
Draft ini juga memperpanjang Cybersecurity Information Sharing Act (2015) hingga 2035, memungkinkan perusahaan berbagi data ancaman siber tanpa risiko antimonopoli. Menariknya, Departemen Energi dan NIST akan bersama-sama memimpin pengembangan standar AI internasional AS — membentuk koalisi dengan pemerintah yang sepaham, mempromosikan adopsi standar yang dipimpin sektor swasta, dan secara eksplisit mengecualikan China dari koalisi ini. CISA juga diberi wewenang memberikan hibah kepada pemelihara perangkat lunak open-source yang digunakan secara luas untuk patching, pemeliharaan, dan audit keamanan — pengakuan signifikan terhadap peran penting infrastruktur digital terbuka.
Sudut Pandang Kami:
Great American AI Act adalah titik belok penting dalam perjalanan regulasi AI global. Bagi Indonesia, draft ini menawarkan cetak biru berharga: bagaimana menyeimbangkan inovasi dan perlindungan tanpa terjebak dalam fragmentasi regulasi. Dengan ASEAN yang masih dalam tahap awal menyusun panduan tata kelola AI, langkah bipartisan Kongres AS menunjukkan bahwa pendekatan federal terpadu — meskipun kontroversial — lebih baik daripada 50 rezim regulasi berbeda. Indonesia, dengan 38 provinsi dan potensi divergensi kebijakan daerah yang sama rumitnya, perlu mencermati model preemptif ini: apakah kita mampu membangun kerangka nasional sebelum setiap pemerintah daerah menciptakan aturan AI-nya sendiri? Pelajaran dari AS jelas — regulasi yang terlambat dan terfragmentasi justru menciptakan ketidakpastian yang merugikan inovasi sekaligus perlindungan konsumen.
Sumber Referensi:
- Roll Call — Bipartisan AI Draft Proposes Three-Year Preemption of State Laws (4 Juni 2026)
- FedScoop — Bipartisan 'Great American AI Act' Draft Proposes New Federal AI Governance Framework (4 Juni 2026)
- NextGov — Lawmakers Propose AI Framework That Would Preempt State Laws for 3 Years (5 Juni 2026)
- Rep. Obernolte Press Release — Discussion Draft of the Great American AI Act (4 Juni 2026)
