Latitude, startup yang dikenal luas berkat kesuksesan AI Dungeon pada tahun 2019, resmi memperkenalkan platform terbarunya bernama Voyage. Platform ini memungkinkan pengguna berperan sebagai perancang game — merancang dunia fantasi, quest, dan karakter non-pemain atau NPC — seluruhnya dengan bantuan kecerdasan buatan yang menghasilkan pengalaman bermain yang sepenuhnya tanpa skrip tetap.
Voyage melangkah jauh dari konsep pendahulunya, AI Dungeon, yang saat itu memikat jutaan pemain dengan narasi teks tanpa batas yang dihasilkan model bahasa AI. Kini Voyage mengajak pengguna naik satu tingkat: bukan hanya bermain di dunia yang sudah jadi, tetapi benar-benar menciptakannya dari nol.
Caranya intuitif. Pengguna cukup mendeskripsikan pengaturan dunia yang diinginkan — mulai dari desa nelayan yang dihantui monster laut hingga kerajaan sihir dengan sistem peringkat dan mekanik pertarungan. AI kemudian menghasilkan kode yang menghidupkan semua elemen tersebut. Pemain bisa menyesuaikan region, kota, landmark, misi utama, hingga antagonis sebelum membagikan dunia ciptaannya kepada komunitas untuk dijelajahi.
Di tengah sesi bermain, setiap interaksi dengan NPC berlangsung secara dinamis. Tidak ada dialog praterang seperti game RPG konvensional — AI merespons tindakan pemain secara real-time, menghasilkan percakapan yang tak terduga. Dalam pengujian, seorang troll yang mengikat karakter pemain justru curhat soal masalah pernikahannya.
Sistem progresi karakter mengadopsi mekanisme mirip gulungan dadu dalam permainan meja klasik. Setiap karakter membuka kemampuan spesial — seperti "Counterspell" untuk memblokir sihir musuh — seiring menyelesaikan quest atau mengalahkan bos. Beberapa kemampuan bahkan terinspirasi dari Dungeons & Dragons.
Inti dari seluruh pengalaman ini adalah World Engine, sistem yang dikembangkan Latitude selama lima tahun terakhir. Mesin ini mengoordinasikan beberapa model AI secara bersamaan — satu menangani logika dunia, satu lagi mengatur narasi, dan lainnya mengontrol perilaku NPC. Arsitektur multi-model inilah yang memungkinkan Voyage mencapai tingkat determinisme dan persistensi yang tidak bisa diraih AI Dungeon dengan model tunggal.
"AI Dungeon menunjukkan potensi awal — apa jadinya jika game tidak semuanya didefinisikan sebelumnya, tidak semuanya naskah. Voyage mengambil konsep inti itu dan memperluasnya sepuluh kali lipat," ujar perwakilan Latitude dalam wawancara dengan TechCrunch. Menurut mereka, Voyage berhasil memecahkan masalah besar yang selama ini menghambat AI Dungeon: inkonsistensi dunia dan kurangnya progresi jangka panjang.
Meskipun berbasis teks, Voyage menghadirkan dimensi baru dengan dukungan narasi audio. Pemain membaca alur cerita sambil mengetikkan aksi yang diinginkan karakter — kombinasi yang terasa seperti hybrid antara novel interaktif dan permainan peran meja. Ada juga chatbot bawaan yang bisa menyarankan tindakan atau melompat ke bagian cerita tertentu jika pemain terjebak.
Langkah Latitude ini sejalan dengan tren industri gaming yang semakin terbuka terhadap konten yang dihasilkan AI. Platform yang memungkinkan pemain sekaligus menjadi kreator — seperti Roblox dan Core sebelumnya menunjukkan — memiliki potensi pertumbuhan besar. Voyage membawa diferensiasi penting: seluruh dunia dan narasinya tidak dirancang oleh developer manusia, melainkan dibangun dan dijalankan AI secara real-time.
Platform Voyage saat ini sudah bisa diakses dalam fase beta melalui beta.voyage.io. Keberhasilannya akan menjadi barometer penting apakah model bisnis berbasis AI-generated content bisa bertahan di pasar gaming yang kompetitif.
Sudut Pandang Kami:
Bagi ekosistem startup teknologi di Indonesia, langkah Latitude membuka peluang menarik. Developer game lokal yang selama ini terkendala sumber daya untuk membangun engine dan konten bisa memanfaatkan AI sebagai force multiplier — alih-alih merekrut puluhan penulis naskah dan desainer level, tim kecil bisa menciptakan dunia game yang luas dan dinamis. Ditambah tumbuhnya minat terhadap game berbasis narasi di pasar Asia Tenggara, model seperti Voyage bisa menginspirasi startup lokal untuk bereksperimen dengan AI storytelling yang mengangkat budaya dan mitologi Nusantara ke kancah global.
Sumber Referensi:
1. TechCrunch — AI Dungeon maker Latitude unveils Voyage, a platform for creating AI-powered RPGs
3. Mezha — Latitude launches Voyage, letting players create AI-driven RPG worlds
4. TechCrunch — AI Dungeon-maker Latitude raises $3.3M to build games with AI-generated storylines
