Ratu AI Logo

Snapchat Luncurkan Iklan AI Interaktif, Agen Brand Langsung Masuk Tab Obrolan Pengguna

30 April 2026Tim Redaksi Insight
Snapchat Luncurkan Iklan AI Interaktif, Agen Brand Langsung Masuk Tab Obrolan Pengguna

Snap Inc. secara resmi memperkenalkan format iklan revolusioner bernama AI Sponsored Snaps pada 28 April 2026. Fitur ini memungkinkan merek-merek besar menyisipkan agen kecerdasan buatan yang dapat diajak berinteraksi langsung di dalam tab Chat Snapchat.

Langkah ini mengubah paradigma iklan digital dari format satu arah menjadi percakapan dua arah. Pengguna kini dapat bertanya, meminta rekomendasi produk, dan melakukan interaksi real-time dengan agen AI milik merek tanpa harus keluar dari aplikasi.

Chief Business Officer Snap, Ajit Mohan, menyatakan bahwa percakapan telah menjadi aset paling berharga dalam dunia periklanan modern. Menurutnya, kecerdasan buatan mempercepat pergeseran ini dan menjadikan chat sebagai tempat orang menemukan produk serta mengambil keputusan secara langsung.

Peluncuran ini didukung oleh data penggunaan yang sangat masif. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, lebih dari 500 juta pengguna telah mengirim pesan ke chatbot My AI milik Snapchat. Angka engagement ini semakin menguat dengan 950 miliar chat yang dikirimkan pengguna di kuartal pertama 2026 saja.

Snapchat juga mengklaim bahwa format Sponsored Snaps yang belum bertenaga AI sudah menghasilkan 22 persen konversi lebih tinggi dengan biaya per aksi 20 persen lebih rendah dibandingkan format iklan lainnya. Dengan penambahan lapisan kecerdasan buatan, perusahaan meyakini hasil tersebut akan meningkat signifikan.

Secara teknis, AI Sponsored Snaps memberikan kebebasan bagi merek untuk membawa agen AI mereka sendiri ke platform Snapchat. Setiap perusahaan dapat merancang agen yang disesuaikan dengan karakter brand, katalog produk, dan strategi komunikasi yang diinginkan.

Sebagai contoh implementasi awal, perusahaan layanan keuangan Experian telah berpartisipasi dalam program ini. Pengguna dapat berdiskusi dengan agen AI Experian tentang topik kredit dan manajemen keuangan langsung dari antarmuka chat Snapchat.

Dari persaudaraan audiens, 85 persen pengguna Snapchat secara rutin terlibat di menu Chat. Platform ini juga mencatatkan 57 persen pengguna remaja yang mengirim pesan setiap hari, menjadikan demografi muda sebagai target utama format iklan baru ini.

AI Sponsored Snaps memiliki potensi revenue yang menjanjikan karena memanfaatkan posisi Snapchat yang unik sebagai platform percakapan dengan hampir satu miliar pengguna aktif bulanan. Kombinasi antara basis pengguna yang aktif dan teknologi kecerdasan buatan menciptakan saluran iklan yang belum pernah ada sebelumnya.

Namun, format ini juga menghadapi tantangan tersendiri. Banyak pengguna yang mungkin merasa risih dengan kehadiran kecerdasan buatan di ruang privat seperti tab Chat. Fenomena AI fatigue atau kelelahan terhadap kehadiran teknologi AI sudah mulai muncul di berbagai platform digital.

Kunci keberhasilan format iklan ini terletak pada kemampuan untuk terasa natural dan tidak invasif. Jika agen AI yang disediakan merek mampu memberikan pengalaman percakapan yang otentik, peluang penerimaan oleh pengguna akan jauh lebih besar dibandingkan iklan konvensional.

Sudut Pandang Kami:

Inovasi Snapchat dalam mengintegrasikan agen AI ke ruang percakanan pribadi menandai era baru di industri periklanan digital Indonesia. Platform lokal seperti GoTo, Bukalapak, dan bank-bank digital patut memperhatikan tren ini karena generasi muda Indonesia menghabiskan rata-rata tiga hingga empat jam per hari di aplikasi obrolan. Model conversational advertising yang memadukan AI dengan pengalaman chat bisa menjadi terobosan strategis bagi merek yang ingin meningkatkan engagement di pasar Indonesia, asalkan dirancang dengan sensitivitas terhadap preferensi komunikasi pengguna yang lebih personal dan tidak terasa seperti robot kaku. Ini bukan sekadar evolusi format iklan, melainkan redefinisi lengkap tentang bagaimana brand dan konsumen berinteraksi di era digital.

Sumber Referensi:

;